Saturday, May 7, 2016

Thai Chada -- Traditional Thailand Cuisine (Kelapa Gading)

Saya baru sadar, kalau di daerah Kelapa Gading jarang sekali ada makanan khas Thailand. Dari beberapa restoran khas Thailand yang ada, Thai Chada merupakan salah satu dari beberapa restoran yang ada. Alasan saya makan di tempat ini karena tidak sengaja melihatnya saat perjalanan kembali ke rumah. Saat itu mama saya tidak sengaja melihat ada satu restoran Thailand dan sepertinya restoran itu baru buka, ditambah lagi sepintas restoran tersebut lumayan ramai, Jadi kita memutuskan untuk makan di Thai Chada keesokan harinya. 






Dari segi konsep restoran, menurut saya, mereka mengusung tema modern and minimalist restaurant. Dari segi makanan, menu yang mereka tawarkan sepertinya memang khas Thailand dan ada beberapa menu  masakan Thailand yang baru saya lihat. 

Di restoran ini, saya memilih tiga menu yang menurut saya menarik, unik, dan recomended. beberapa menu yang saya pesan adalah Thai Green Curry With Fresh Fishball and Salted Egg Yolk, nasi Goreng Nanas, Ikan Ayothaya. Dari beberapa menu yang saya pesan, saya memang sengaja tidak memesan makanan Thailand yang sudah umum seperti Pad Thai, Tom Yum Goong, dan lain-lain karena menurut saya menu tersebut sudah sangat populer di kalangan kuliner Thailand. Jadi, pada kesempatan kali ini saya justru ingin mengenalkan kepada teman-teman semua hidangan khas Thailand yang lain yang mungkin teman-teman sekalian belum pernah coba.

Kita mulai dengan makanan pertaman yaitu Thai Green Curry With Fresh Fishball and Salted Egg Yolk.



Awalnya, kalian mungkin merasa aneh saat pertama kali melihat makanan ini karena warnanya, tetapi percayalah teman-teman rasanya menurut saya enak sekali. Dari segi rasa, sepintas rasanya seperti kuah laksa tetapi konsistensinya lebih tebal dan lebih ada aroma daun sereh muda dan kemangi yang cukup kuat. Rasa dari supnya dominan rasa asin dan gurih karena menggunakan santan yang cukup banyak namun dibalik rasa asi da gurih itu ada aroma kemangi dan daun serh muda yang menuurt saya aroma tersebut hanya ada di kari khas Thailand. Sebelumnya, warna hijau dari makanan ini berasal dari cabai hijau, jadi jangan heran kalau warnyanya menjadi sangat hijau. Biarpun menggunakan cabai hijau, namun masakan ini tidak terasa pedas.ada dua hal yang sangat menarik dari kari ini yaitu bakso ikan isi telur asin dan topping sayuran yang digunakan dalam kari ini. 

Pertama  adalah bakso ikan isi telur asin. Bakso ikan yang digunakan adalah bakso ikan yang mereka buat sendiri dan yang menariknya adalah bakso ikan yang mereka buat diisi dengan telur asin. menurut saya rasa dari bakso ikan nya cukup enak dan saya bisa merasakan rasa ikan nya dengan jelas, selain ikan sepertinya mereka menambahkan sedikit udang karena ada sedikit rasa manis di baksonya. Jujur, penambahan telur asin didalam bakso tersebut menurut saya sedikit mengurangi rasa dari ikanya karena menurut saya rasa telur asin memang secara alami sudah sangat kuat dan belum lagi saat baksonya dimakan bersamaan dengan sup yang memiliki rasa yang cendrung asin,gurih dan aromatik, menurut saya pribadi, pada akhirnya rasa sup dan telur asin sedikit meng overpowering  rasa dari bakso ikan nya. 

Kedua adalah topping  yang digunakan didalam menu ini. sepintas, mungkin kalian akan sedikit herasn saat melihat sayuran yang digunakan dalam kari ini. Sayur yang ada didalam kari ini adalah terong muda (terong lalap), leunca, irisan ccabai merah, daun kemangi, dan irisan sereh muda. Bagi beberpa orang mungkin terdengar sedikit aneh dan bagi beberapa orang justru tidak merasa aneh sama sekali, tetapi intinya adalah ini bicara tentang satu kebudayaan dari satu negara dan justru tugas kita adalah untuk menghormati cara teman-teman kita di Thailand menyantap kari mereka. Saya akan sedikit membahas tentang rasa topping nya. Terong muda dalam masakan ini, menurut saya memberikan juiciness, crunchy, serta sedikit rasa pahit. Leunca yang ada didalam masakan ini memberian rasa pahit dan gurih. Kemangi dan daun sereh muda memberikan kesan freshness dan aromatik yang khas kedalam masakan ini. Dari penjelasan saya barusan, mungkin sebagina orang tidak suka dengan perpaduan rasa yang terjadi, khususnya sayur leunca yang memberikan rasa pahit kedalam masakan ini karena menurut saya tidak semua orang suka dengan rasa pahit di makanan mereka, tetapi kembali lagi, ini bukan hanya sekedar berbicara tentang makanan melainkan juga berbicara tentang budaya Thailand. 

Menu kedua adalah Nasi Goreng Nanas.


Dari segi penampilan dan konsep penyajian, menurut saya keren sekali. Saya melihat ada niat, konsep dan passion disitu. Idenya sederhana, "nasi goreng nanas, ya harus disajikan didalam nanas". Ide yang sederhana bukan? Namun saat ide sederhana tersebut dieksekusi dengan maksimal, itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa. Dari segi rasa, makanan ini menurut saya memiliki rasa yang enak sekali dan unik pastinya. Rasa nasi nya menurut saya cendrung light  dan ada sedikit aroma jinten, kunyit, dan kari. Menurut saya rasa nasi goreng yang light bukan berarti rasanya tidak enak melainkan dengan membuat rasa nasinya lebih light maka rasa topping seperti nanas, kismis, kacang mede, ayam, dan udangnya jadi jauh lebih terasa. Poin utama dalam menu ini menurut saya adalah memberikan satu pengalaman baru kepada orang-orang tentang menikmati nasi goreng. Sebab, topping seperti nanas, kacang mede, dan kismis merupakan satu bahan yang mungkin jarang di kombinasikan dengan nasi goreng. Secara garis besar, saat kalian makan nasi goreng ini adalah saat nasi ada dimulut kalian kalian merasakan rasa nasi goreng yang light serta memeiliki aroma kari yang lembut, lalu tkalian merasakan rasa asam manis dari nanas, rasa manis dari kismis, dana ada tekstur cruncy saat kalian menggigit kacang mede nya. 

Makanan terakhir adalah Ikan Goreng Ayothaya.




Awalnya, saya cukup asing dengan menu ini karena memang belum pernah tahu jenis makanan Thailand yang seperti ini, namun setelah dijelaskan oleh pelayan nya, rasanya dominan asam dan manis lalu ditamabah rempah -rempah khas Thailand, jadi akhirnya saya pesanlah menu tersebut karena terdenganr sagat segar dan enak sekali sepertinya. Sepintas masakan ini seperti ikan goreng tepung biasa lalu di siram saus. Tapi yang unik menurut saya adalah saus asam manis nya. Konsistensi sausnya sangat kental dan cendrung menempel pada ikan nya, tapi rasanya, menurut saya sangat enak. Rasa dari sausnya dominan rasa asam yang sangat kuat, lalu diikuti dengan rasa manis, dan gurih. Jadi, agar keseluruhan rasa menjadi lebih balance, makanan ini harus dimakan bersamaam dengan nasi putih. Selain saus, ada satu hal lagi yang menarik yaitu rempah-rempah yang digoreng garing. ini merupakan pertama kalinya saya melihat ada toping  yang seperti ini. Setelah saya perhatikan, beberapa rempah-rempah yang digunakan antara lain : sereh muda, laos, dan jahe. semua rempah-rempah tersebut di serut lalu digoreng garing menggunakan bahan-bahan lain yang jujur saja saya kurang  tahu. Dari segi rasa, sama seperti rasa saus nya, dominan rasa asam, manis, dan gurih tapi mungkin fokus di teksturnya yang sangat crispy. Jadi saat kita memakan makanan ini ada banyak sekali tekstur yang hadir dimulut kita. Mulai dari rasa ikan, diikuti rasa sausnya yang menempel dengan daging ikanya, lalu ada rempah-rempah crispy.

Jadi, kesimpulanya adalah menurut saya Thai Chada merupakan salah satu dari beberapa restoran kahs Thailang yang ada di Kelapa Gading yang wajib untuk didatangi karena mereka tidak hanya menyuguhkan makanan khas dari Thailand saja, tetapi mereka juga berbagi tentang kebudayaan makanan yang ada di Thailand, sehingga saat kita makana disini, kita tidak hanya menikmati rasa dari kulinar khas Thailand tetapi kita juga bisa belajar banyak tentang konsep makanan Thailand.


Salam,
Foodspiration ID
Where Food Can Inspire You

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Thai Chada (Traditional Thai Cuisine)

Alamat : Jl. Boulevard Raya, Blok QA5 No.1, Kelapa Gading, Jakarta
Kontak : 021- 4514833
Instagram : @thaichadagading

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Harga : 150.000 - 200.000 untuk 2-3 orang

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Seperti biasa guys, karena tulisan ini adalah sepenuhnya opini saya pribadi maka dengan ini saya menyatakan


"Kalau setuju silahkan, 
kalau kurang setuju monggo diberi masukan"

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Guys, Follow Our Social Media and blog , for recent update :






No comments:

Post a Comment