Wednesday, May 4, 2016

Jakarta Food And Fashion Festival 2016 (22 April - 22 Mei 2016, Mall Kelapa Gading)

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, salah satu acara tahunan favorit saya kembali lagi digelar yaitu Jakarta Food And Fashion Festival. Acara ini bisa dikatakan sangat ditunggu-tunggu oleh warga jakarta karena hanya diacara inilah semua warga Jakarta dapat melihat salah satu festival fashion dan makanan terbesar di Jakarta. Dalam fashion festival tidak hanya sebatas acara peragaan busana, tetapi ada juga booth-booth, yang menjual baju hasil karyanya sendiri, dan uniknya tahun ini beberapa booth yang berada di dalam mall Kelapa Gading di dominasi oleh baju-baju hasil karya mahasiswa dari berbagai macam universitas, selain itu ada juga beberapa booth  yang berasal dari online shop.

(tolong di koreksi kalau info yang saya berikan tentang fashion festival ini kurang tepat, karena waktu itu saya hanya memperhatikan secara keseluruhan, terima kasih). 

Selain fashion, ada juga food festival,  dan ini akan menjadi topik bahasan utama kita dalam tulisan ini. Entah kenapa, setelah saya perhatikan booth -  booth  yang menjual makanan terlihat jauh lebih banyak ketimbang tahun lalu, dan saya melihat beberapa ada booth makanan yag baru sepertinya. Tidak hanya booth nya yang semakin banyak tetapi juga pengunjung yang hadir cendrung semakin banyak.


















Berbicara tentang lebih banyak nya booth  makanan yang ada di food festival ini ada satu hal yang langsung terlintas di kepala saya yaitu sponsor. Tahun ini, sepertinya Bank BCA menjadi sponsor utama untuk acara ini karena logo dan booth  BCA banyak sekali terlihat di beberapa sudut festival ini. Mungkin hal tersebut juga yang mempengaruhi jumlah tenant  yang ada di acara food festival ini, dan sekali lagi, tolong koreksi kalau memang pernyataan saya kurang tepat.



Ok, lupakan tentang sponsor , kita kembali ke topik utama yaitu makanan yang ada di festival ini. Dari banyaknya makanan yang ada di festival ini saya memilih beberapa makanan yang menurut saya unik, belum pernah saya coba, dan yang pastinya ramai. 

makanan pertama yang saya coba adalah Genk Bala-Bala. Sepintas, makanan ini memang seperti bala-bala pada umumnya, namun yang membuat makanan ini menarik adalah mereka menambahkan beberapa topping  dalam bala-bala, seperti tahu, cabe rawit, tempe, jamur, dll. Selain tambahan topping, Genk Bala-Bala juga menambahkan saus kacang sebagai pelengkap untuk bala-bala yang mereka jual.







Awalnya tetrlihat aneh memang, bala-bala yang biasanya diisi sayuran dan dimakan menggunakkan cabai rawit hijau, kali ini bala-bala tidak hnya diisi sayuran melainkan beberapa topping yang mungkin anhe bagi kita untuk ditambahkan bala-bala. Belum lagi dimakan menggunakan bumbu kacang. Teman-temanku, percayalah apa yang dilakukan Genk Bala-Bala adalah sesuatu yang unik, inovatif, dan enak sekali.


Pertama, dari tekstur bala-bala, mereka cendrung membuat bala-bala yang memiliki terktur yang garing dan tipis, dan hal tersebut menurut saya biasa, banyak yang menjual bala-bala yang meiliki tekstur seperti ini, namun, yang menjadi pembeda adalah mereka menambahkan beberapa topping yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kali ini saya mencoba, bala -bala cabai rawit, bala-bala jamur kuping, dan bala-bala tempe. Dari ketiga bala-bala ini yang paling saya suka adalah bala-bala cabai rawit, disamping saya memang suka makana pedas namun menurut saya rasanya enak sekali, bayangkan teman-teman, diawali dengan rasa khas bala-bala lalu diikuti dengan pedas khas cabai rawit. Untuk bala-bala jamur dan tempe, menurut saya kedua bahan ini tetap bisa dirasakan dimulut tetapi rasanya tidak terlalu kuat, kedua bahan ini, menurt saya hanya memnerikan sedikit aksen kepada rasa bala-bala nya. Selanjutnya adalah bumbu kacang. Satu kata untuk bumbu kacang, JENIUS! perpaduan rasa antara bala-bala dan bumbu kacang sangat mengkomplemen satu sama lain, rasa bumbu kacang yang cendrung asam dan sediit manis benar-bear menambah cita rasa dari bala-bala yang memiliki rasa gurih dan asin. 

Makanan kedua yang saya cicipi adalah Tongseng & Rica Tengkleng Khas Solo "Mintoredjo". Sebenarnya yang menarik perhatian saya adalah menu rica tengkleng kambing karena saya belum pernah mencoba makanan ini, lebih sering mendengarnya di televisi, selain itu, makanan ini khas Solo, dimana hal ini juga bisa menjadi bahan pembelajaran saya tentang cara orang-orang solo menikmati tongseng.




Setelah saya lihat, tengkleng ternyata tulang-tulang kambing khususnya bagian iga. Daging yang ada di tengkleng merupakan daging baigan iga yang melekat dengan tulang. Setelah saya mencicipi makanan ini ternyata rasa kuah nya cendrung sedikit lebih manis dari yang biasa saya makan dan saya tidak heran apabila rasanya sedikit lebih manis, sebab rica tengkleng ini khas solo dan sebagian besar makanan khas Solo memiliki rasa ang cendrung manis. Biarpun ada rasa manis di kuah ricanya, namun rasa manis tersebut, menurut saya tidak menutupi rasa dan aroma bumbu khas tongseng, jadi antara rasi manis, gurihm asinm dan wangi khas tongseng masi bisa di rasakan didalam mulut. Selain manis karena ini adalah menu rica, maka ada juga sensasi rasa pedasnya. Ada satu hal yang menarik tentang rasa pedas dimakanan ini. Saat pertama kali dimakan, rasa pedasnya tidak seberapa, namun semakin lana rasa pedasnya semakin kuat dan jujur saja, rasa pedas seperti ini merupakan rasa pedas favorit saya karena sensai pedas yang seperti ini adlah sensai pedas yang enak dan cendrung "nagih". Lanjut ke daging kambingya. Untuk kambing tekstur daging nya cukup empuk dan yang pasti tidak berbau "kambing". Selain itu, rasa bumbu meresap sampai kedalam daging kambingnya.

Kita lanjut ke makanan ketiga yaitu Sate Ayam Madura Blok S



Jujur teman-teman, saya ingin mencoba Sate Madura Blok S, bukan karena makanan ini unik, melainkan karena makanan ini dipadati oleh banyak sekali orang. Disitu saya sempat berpikir, mugkin sate ini rasanya lain darpi pada yang lain. 


Setelah saya coba, ternyata memang rasanya beda. Hal pertama yang membedakan sate ini dengan sate lain adalah daging ayam yang digunakan. Sate Madura Blok S hanya menggunakan daging ayam bagian dada, jadi tidak menggunakan bagian lemak dari ayam, selain itu ukuran satenya pun leboh besar. Rasa dari sate ini, menurut saya, mirip dengan sate pada umumnya baik itu dari bumbu, lontong, dan rasa dari sate itu sendiri, namun ada satu hal yang membuat sate ini spesial menurut saya yaitu tekstur dagingnya juicy alisa tidak kering karena biasanya apabila menggunakan daging bagian dada tekstur daging cendrung akan kering, namun sate ini tidak sama sekali. Untuk harga, satu porsi sate (10 tusuk), bersama dengan lontong adlah 30.000 rupiah. 

Akhirnya, kita sampai juga di menu penutup, yaitu Srabi Notosuman dan Es Dawet Ireng Purworejo. 





Makanan penutup pertama adalah Srabi Notosuman. Sebenarnya, Srabi Notosuman, sudah sering sekali berpatisipasi dalam festival ini, tapi memang saya tidak pernah mampir dan membeli srabi ini karena pada saat itu saya menganggapnya makanan ini biasa saja. Tapi, pernah satu kali saat saya sedang berada di Solo, saya mencoba srabi ini, dan ternyata memang rasa nya enak sekali, jadi saat saya melihat srabi ini di food festival ini, saya justru ingin kembali mencoba srabi ini. Setelah saya mencoba, rasa memang tidak berubah alias sama seperti rasa srabi Notosuman yang pernah saya makan di Solo. Rasa dari srabi ini saat masuk dimulut adalah tekstur krispi dari bagian pinggin srabi lalu diikuti  bagian tengah srabi yang sangat lembut dan meleleh dimulut. Rasa dari srabi ini menurut saya , cendrung gurih dan asin khas santan, rasa manis nya justru sedikit sekali, apabila ingin rasa srabi yang lebih manis, teman-teman bisa mencba srabi cokelat, mungkin untuk sebagian orang rasa srabi cokelat lebih enak karena ada rasa manis dari cokelatnya, tapi kembali kepada selera masing-masing.

Terkadang ada satu hal yang menarik dari makanan. Makanan dapat membangunkan memori kita yang dulu, contohnya saat saya sedang memakan srabi ini. Dalam sekejap, saya bisa kembali mengingat momen liburan saya saat di Solo dulu. Mulai dari wisata kulinernya, berkunjung ke Studio Lokananta, dll. Entah mungkin ini hanya saya saja yang merasakan atau mungkin banyak dari kalian yang pernah merasakan hal yang sama seperti saya ?

Anyway, kita kembali ke topik. Makanan penutup terakhir adalah Es Dawet Ireng Purworejo.



Jujur saja teman-teman, saya membeli es dawet ini karena rasa penasaran saya tentang rasa dari cendol yang berwarna hitam. Awalnya saya berfikir, cendol yang berwarna hitam ini memiliki rasa yang berbeda dari cendol yang biasa kita makan (warna hijau). Ternyata, setelah saya makan, rasanya sama saja seperti cendol pada umumnya. Namun disamping itu, saya tidak menyesal membeli es dawet ini karena menurut saya ini adalah makanan penutup yang cocok sekali. Bayangkan teman-teman, mulai dari rasa yang dominan gurih, asin, dan pedas dari bala-bala, tengkleng rica sampai sate madura kita perlu sesuatu yang benar-benar melegakan mulut kita dan saya rasa es dawet merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menutup wisata kuliner kita di Jakarta Food and Fashion festival ini.

Ada sedikit info tambaha yaitu tentang Wine and Cheese Expo. Selain wisata kuliner, di festival ini selalu menyelengarakan wine and chese expo. Expo ini selalu diadakan di tempat yang berbeda (namun masih berada didalam kawasan festival ini). Ada satu hal yang baru dari acara ini yaitu semua orang boleh masuk tanpa dikenakan biaya sama sekali alias gratis karena setahu saya, ditahun-tahun sebelumnya untuk masuk kedalam expo ini pengunjung diharuskan membayar.






Di dalam, para pengunjung dapat melihat -lihat, membeli, serta mencicipi wine dari dalam dan luar negeri. Untuk keju, sepertinya hanya dari dalam negeri saja dan kalian jug bisa mencicipi secara gratis produk kejunya.

Jadi teman-teman, jangan sampai ketinggalan untuk datang ke kacara ini karena acara ini merupakanasalah satu acara terbesar yang ada di Jakarta. Menurut saya, hanya ditempat inilah kalian tidak hanya dapat melihat -lihat, dan berbelanja, tetapi kalian juga bisa belajar tentang budaya, dan makanan dari berbagai kota dan wilayah. Jadi, sekali lagi jangan sampai ketinggalan guys.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila kalian ingin mengetahui acara ini lebih dalam kalian bisa mengikuti sosial media dan website mereka.

website : http://jfff.info/
Instagram : @jfff_info

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Guys, Follow Our Social Media and blog , for recent update :





----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seperti biasa guys, karena tulisan ini adalah sepenuhnya opini saya pribadi maka dengan ini saya menyatakan


"Kalau setuju silahkan, 

kalau kurang setuju monggo diberi masukan"




No comments:

Post a Comment